book

Review Novel Janadriyah, Perjalanan Berliku Seorang Rahmat

Rabu, Agustus 30, 2017

Halo semua, kali ini aku akan sharing resensi sebuah buku yang baru-baru ini diterbitkan. Judul bukunya adalah Janadriyah, Sebuah Perjalanan. Buku ini ditulis oleh dua orang; Achi TM yang juga penulis Insya Allah Sah yang sudah diangkat ke layar lebar dan Febriandi Rahmatulloh. Novel Janadriyah ini adalah novel ke 24 mba Achi, ia sudah menulis selama 10 tahun. Mas Febriandi adalah seorang strategy busines planner di Qatar. Dan novel Janadriyah ini menceritakan perjalanan hidup seorang Rahmat atau Febriandi Rahmatulloh.Yap, novel ini adalah kisah nyata perjalanan hidup mas Febri.
novel Janadriyah
Mendengar beliau pernah tinggal dan bekerja di beberapa negara seperti Vienna, Riyadh dan Qatar saya yakin hidupnya tidak monoton alias memiliki saat-saat ups and downs yang tidak semua orang miliki. Di acara launching Janadriyah ini mba Achi menjelaskan bahwa menyelesaikan novel ini membutuhkan kurun waktu dua tahun. "Menggabungkan dua kepala tidaklah mudah" jelas mba Achi siang itu. Apalagi mas Febri yang tinggal di Qatar dan mba Achi di Indonesia, tidak bisa berunding dengan mudah karena perbedaan waktu dan kesibukkan masing-masing.

Alhamdullilah novel ini selesai digarap dan 26 Agustus lalu acara launching berjalan dengan lancar. Bertemu langsung dengan penulis buku ini bikin saya makin semangat ingin membaca novel Janadriyah. ilmiyah statistika

"Janadriyah adalah nama suatu festival di Riyadh yang dilaksanakan setahun sekali. Riyadh adalah kota yang tertutup dan saat ada festival Janadriyah kota itu menjadi lebih ceria dan dari banyak kota yang saya singgahi, kota ini memilki kenangan akan perjalanan hidupnya yang paling membekas." Jelas mas Febri ketika ditanya mengapa memilih judul Janadriyah untuk novelnya.

novel Janadriyah, Achi TM dan
Febriandi Rahmatulloh
Novel Janadriyah ini diterbitkan oleh Emir Books. Emir Books adalah penerbit buku islami dari Erlangga. Pasti salah satu atau beberapa buku-buku sekolah SD-SMA kalian adalah terbitan Erlangga, kan?

Novel Janardiyah memiliki 502 halaman, lumayan juga ya? Tapi jangan kuatir karena bahasa yang dipakai tidak berat, jadi dibaca saat selonjoran pun masih asyik. Novel ini banyak yang suka lho, mulai dari penulis, artis dan sastrawan juga menyukainya. Makin penasaran, kan? Saya kasih review sedikit deh!

Pembukaan cerita kita disuguhi suasana yang genting, di mana istri Rahmat mengalami kontraksi di saat yang tidak tepat. Di chaptedr 1 pembaca diajak mengenal sosok Rahmat yang masih SD. Kehidupannya yang sederhana dengan keluarga yang mentaati agama.Sepanjang cerita, saya jadi tahu cara berpikir anak laki-laki yang takut akan sangsi atau didamprat orangtua. Kedua orangtua Rahmat mengajarkan nilai agama pada anak-anaknya sedari dini. Maka dari itu Rahmat sering bergulat dengan diri sendiri saat diajak melakukan hal-hal buruk dengan teman-teman di lingkungannya. 

Masalah tak pernah absen untuk mewarnai keseharian seorang Rahmat. Bukan berarti novel ini membuat pembaca resah, ada juga saat-saat yang koplak, di mana saya meringis geli menertawai keluguan Rahmat atau sahabatnya di masa sekolah.Sesekali pembaca diajak kembali ke saat-saat genting di mana Rahmat dan istrinya di rumah sakit. Membaca novel ini seperti diajak main jet coaster emosi, panik, sedih, gundah, marah, lucu jadi satu.

 Jujur saya sedikit canggung membaca cerita dengan tokoh utama laki-laki, karena terbiasa membaca cerita dengan tokoh utama perempuan yang notabennya menggunakan emosi. Achi TM bisa membuat pembaca terbawa emosi Rahmat, di saat ia bingung, kesal dan marah. 

Novel ini cocok buat kalian yang suka membaca biografi, bahasanya yang santai bisa dipahami semua kalangan. Novel Janadriyah ini benar-benar menyadarkan kalau hidup itu seperti keripik genteng yang naik turun.

novel Janadriyah, Achi TM dan
Febriandi Rahmatulloh
Dari novel ini saya juga tahu bagaimana pengorbanan orangtua demi pendidikan yang bermutu untuk anaknya. Salut banget. Nggak cuma itu, perjuangan Rahmat dan sahabatnya hidup sebagai anak rantu juga menarik. Memang berbeda dari sahabat di novel untuk perempuan dan di situ menariknya, saya jadi paham bagaimana laki-laki penilai persahabatan.

Harga novel Janardiyah ini adalah 170,000 dan hasil penjualannya akan disumbangkan untuk pendidikan di desa-desa terpecil di Indonesia. Mas Febri mengatakan "Orangtua saya selalu berpesan kalau 'Hanya ilmu pengetahuan yang bisa merubah hidup' Dan lewat buku ini saya harap kita bisa membantu membantu adik-adik di Indonesia untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat"


Kalian penasaran? Yuk baca kisahnya sekaligus membantu anak bangsa!

You Might Also Like

16 komentar

  1. Yang membuat saya terkesan adalah selain keren, hasil penjualannya disumbangkan ke desa-desa terpencil gitu owalah keren. Saya akan coba cari buku ini secepatnya mba. Terimakasih review nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dulunya mas Fadri (Rahmat) juga kesulitan menganyam pendidikan karena jauh dan mahal dari kampung halamannya. sama-sama mas :D

      Hapus
  2. Inget cerita Aku mba pas nikah lsg jauh dr ortu sm sdr meski satu Kota sih ,,, cuma gk sehebat itu cerita janadriyah jd kpingin baca

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih pasti memorable banget ya mba :O monggo dibaca mbaa

      Hapus
  3. Balasan
    1. kalau udah baca jangan lupa di review ya ^^

      Hapus
  4. makasih infonya mbak.. bila ada kesempatan dibeli bukunya :)

    BalasHapus
  5. jadi pengen baca novelnya fi..

    BalasHapus
  6. Aku baca yang kalau saat rindu sama Lastri (belum lamaran), Rahmat terus istighfar.Nilai agamanya juga dapet banget disini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wiih aku belum sampe situ mba xD iya nilai agama dari novel ini keren banget :3

      Hapus
  7. Novelnya inspiratif banget...meski tebal bisa tamat dalam 2 hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, jadi semangat memperbaiki diri setiap baca novel ini :)

      Hapus
  8. Novel baru nih...
    Pasti mewek nih bacanya..
    Bikin galau lagi2 buku yg harus dibeli masuk daftar lg. Hmmm...
    Tp pengen bacaaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ngebacanya ngga mewek tapi malah mikir panjang; menjadi dewasa itu..sulit Dx tapi bagus banget ceritanya iniii, yok baca!

      Hapus

You're free to ask or share your opinion! Boleh curhat asal jangan di luar topik ya. Tolong jaga sopan santun :)