lifestyle

Bahaya Sampah Makanan Dan Tips Mengolah Sampah Makanan di Rumah

Sabtu, April 24, 2021

Gaya hidup minim sampah makanan mulai saya kenal saat masa pandemi. Dimana banyak orang yang mengalami kesulitan untuk makan sehari-hari tapi faktanya, Indonesia menjadi peringkat kedua dalam hal membuang sampah makanan. Bingung? Iya. Kecewa? Iya juga. Kok bisa?

Sampah makanan di Indonesia

Padahal banyak masyarakat kita yang kurang gizi, kurang mampu, kok kita yang menghasilkan sampah makanan? Masuk 3 besar lagi. Rasanya ironis. Dikutip dari kompas.com (13/10/20) kita membuang 13 juta ton sampah sisa makanan setara 500 kali berat Monas.

Apa penyebab sampah makanan di Indonesia?

  • Lapar mata

Ada yang pernah beli bahan makanan lebih banyak dari yang diperlukan? Misalnya di pasar atau supermarket (bahkan market place)? Pasti pernah mengalaminya ya. Bilangnya untuk stok di rumah, mau coba resep baru, atau biar nggak keluar-keluar lagi.

Nyatanya beberapa bahan makanan tersebut jadi pajangan di kulkas atau lemari dalam waktu yang lama. Kalau ingat kemudian dicek ternyata  sudah tidak segar kemudian dibuang.

Belum lagi lapar mata di suatu acara, karena aji mumpung jadi ambil porsi jumbo atau coba semua menu, sayangnya nggak habis. Sisa makanannya berujung di tempat samah deh..

  • Masak Berlebihan (Over produce)

Mengingat negara kita punya ragam adat dan budaya, pasti banyak juga acara perayaan ya. Yang disayangkan, banyak orang yang memasak secara berlebihan. Ya, kita bisa memberi makanan sisa seusai acara pada tamu. Tapi banyak yang belum memraktikkan hal ini. Belum lagi kalau ada tamu yang makannya tidak dihabiskan..

Kenapa kita harus memulai gaya hidup minim sampah makanan? Selain membuang tenaga manusia, dampak sampah makanan bisa mengancam keragaman hewan sampai mempercepat pemanasan global. Panik? Panik, lah!

Tapi tidak hanya itu, dampak sampah makanan bisa dilihat di bawah ini:

Bahaya sampah makanan

Sampah Makanan Memicu Efek Rumah kaca

Sampah makanan yang membusuk akan memproduksi gas metana dan karbon dioksida. Gas metana sendiri merupakan gas efek rumah kaca. Semakin banyak gas dari sampah yang membusuk, akan berdampak meningkatkannya pemanasan global.

·  Merusak Lahan

Lahan yang digunakan untuk pertanian dan peternakan bakal sia-sia kalau kita membuang sampah makanan seenaknya. Belum kalau lahannya tidak dirawat, yang ada petani dan peternak kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Membuang Pasokan Air

Dalam memproduksi makanan seperti menanam, menumbuhkan dan memproduksi butuh jutaan galon air. Kalau tiap tahunnya ada 1,3 juta sampah makanan, artinya ada 45 triliun galon air yang terbuang juga.

 Menghabiskan Minyak Bumi

Minyak bumi juga ambil andil dalam proses produksi makanan. Mulai dari penanaman yang membutuhkan mesin bajak, distribusi makanan dari 1 wilayah ke wilayah lain, penyimpanan makanan dan proses memasak. Membuang sampah makanan dalam jumlah besar sama saja membuang minyak bumi.

 Mengancam Ekosistem Mahluk Hidup

Lahan hutan yang diahlifungsikan menjadi perkebunan atau peternakan bisa mengancam ekosistem hewan di hutan karena kehilangan habitatnya.

Bagaimana? Dampak buruk sampah makanan bukan hal yang sepele ya..

Apa kita bisa mengurangi jumlah sampah sisa makanan dari rumah? Kalau mau pasti bisa. Caranya mulai dari diri sendiri tentunya. Berikut tips sederhana memulai gaya hidup minim sampah makanan.

Buat catatan belanja

Sederhana tapi sangat membantu kita dari belanja berlebihan. Buat planning menu makan untuk seminggu, atau acara. Jangan membiasakan belanja bahan makanan dalam jumlah banyak, apalagi kalau tempat penyimpanan di rumah tidak memadai. Kalau sudah membusuk, sama saja membuang bahan makanan dan uang.

Ambil porsi secukupnya

Ini berlaku di acara atau saat makan di luar. Daripada mengambil banyak dan tidak habis, lebih baik ambil porsi kecil. Biasanya di acara banyak makanan yang bisa dicoba. Tidak menyakiti perut dan tidak menambah sampah makanan.

Ikuti Akun Media Sosial Yang Membahas Food Waste

Adanya medsos memudahkan kita mencari informasi. Kita bisa mengikuti akun yang khusus membahas topik ini (food waste) seperti @Bandungfoodsmartcity di instagram dan Youtube. Banyak tips menyimpan makanan juga. Isi waktu sekaligus menambah wawasan, kenapa tidak?

Olah sampah makanan / sampah rumah tangga

Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan sisa makanan. Misalnya seperti skincare dan pupuk. Untuk pecinta DIY skincare atau body care pasti tidak asing dengan tips  menggunakan ampas kopi sebagai lulur tubuh dan ampas teh untuk lulur wajah

Tapi tahu nggak, sampah sisa makanan seperti sayur, kulit pisang, kulit bawang atau kulit telur bisa dijadikan pupuk organik rumahan lho! Ibuku sudah sering memraktikkan ini.

Pupuk organik cair dari kulit bawang 

Pupuk cair dari sampah kulit bawang

Kebanyakan orang tahu pupuk organik seperti kompos dari kotoran hewan seperti pupuk Guano dari kotoran kelelawar. Ternyata sisa kulit bawang merah/putih/bombai juga bisa dijadikan pupuk organik, bisa buat sendiri di rumah lagi! 

Dikutip dari situs pertanian.go.id, kandungan dalam kulit bawang seperti kalium, magnesium, fosfor dan besi berguna untuk menyuburkan tanaman.

Caranya kita kumpulkan kulit bawang sekitar ± 100 gram kulit bawang merah kemudian rendam di air ± 500 ml. Biarkan rendaman tersebut selama seminggu.

Bagaimana dengan sampah rumah tangga seperti sisa makanan? Bisa diolah juga tentunya. Ibu saya  membuat kompos dari sampah sisa makanan di lubang biopori.

Apa itu lubang biopori? Dikutip dari halaman Wikipedia, lubang biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai resapan air.

 Selain berguna untuk penyerapan air juga bisa jadi tempat sampah organik. Hal ini juga bisa menyuburkan tanah. Bersumber dari halaman pediailmu.com, diameter lubang biopori umumnya 10-30cm dan  kedalaman lubangnya sekitar 100cm.

Di bawah ini foto lubang biopori di rumah saya. Isinya sampah organik mulai dari sisa makanan dan dedaunan yang gugur dari pepohonan di halaman rumah. Dan foto bagian kanan pupuk limbah organik sudah jadi.

Biopori di rumah

Cara membuat sampah organik menjadi pupuk: Potong kecil-kecil sampah (dedaunan) dan kulit buah-buahan untuk mempermudah proses pelapukan. proses sampah menjadi kompos butuh waktu 1-3 bulan.

Ini cara keluarga saya mengolah sampah makanan. Apa kalian punya tips menarik untuk meminimalisir sampah makanan? Share di kolom komentar ya!

Semoga postingan ini bermanfaat dan informatif, have a good weekend!

You Might Also Like

56 komentar

  1. Wah PR bangeett nih...
    Dari pada beli pupuk tanaman, mending bikin sendiri ya kak..
    Selain lebih hemat, sampah di rumah pun jadi lebih berguna..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain itu, kalau banyak masyarakat yg menerapkan pengolahan sampah organik di rumah, timbunan sampah di TPS bisa berkurang ya mba

      Hapus
  2. Lapar mata bisa juga, padahal seharusnya dapat dipertimbangkan sebelum ambil makanan ya. Bakal habiskah, dan bakal sukakah.. Mendingan balik lagi, dari pada kebanyakan terus dibuang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, kalo lihat banyak sisa makanan di rumah makan atau acara rasanya kesal sendiri..

      Hapus
  3. Astagfirullah sedih bgt stlah baca ini. Kadang suka ga sadar kalo aku tuh suka mubazir begini. Pengen mulai kelola sampah dari skrg. Bismillah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga, ini masih belajar biar ga lapar mata pas ke pasar kok mbaa

      Hapus
  4. memang ay di rumah hrs makan secukupnya. apalagi aku sekaarng tinggal berdua yang tukang ngabisin makanan sdh merantau, jd benar2 janagn sampai berlebihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar ga dibuang-buang ya mba. Kalo sisa banyak bisa berbagi ke tetangga hehe

      Hapus
    2. Benar Mama Tira, usahakan memang jangan sampai berlebihan ambil makanan ya, di tempat lain masih ada yang kekurangan makanan

      Hapus
  5. Aku termasuk orang yg gampang bgt buang2 makanan, kalau ga abis, ga udah buang aja, nah kalau suami termasuk orang yg ga mau buang2 makanan, jdi kalau beli lauk gitu trs ga abis, panasin aja buat besok.

    Kalau aku udah agak males kalau makan yg angetan hihi, tapi kalau dibuang begitu saja, selain banyak dampak negatif diatas sebenarnya aku juga berpikir byk bgt orang yg ga bisa makan layak seperti kita, tp aku malah buang2 makanan hikshiks, harus lebih bijak kalau beli makanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku biasanya dipanaskan lagi buat lauk nantinya, atau olah jadi menu lain yg ga riweh mba

      Di rumah sering kecele di sayuran, kadang beli banyak karena kang sayur jarang-jarang lewatnya. Pas udah layu dipotong masukin ke biopori, masih harus belajar biar ga lapar mata pas belanja

      Hapus
  6. Setuju dengan tips dan ajakan pada tulisan ini. Jangan memasak atau menyimpan stock makanan berlebih agar jangan jadi sampah jika tak dibutuhkan lagi. Baiknya dijadikan kompos saja agar berguna bagi tanaman. Nice artikel 👍👍

    BalasHapus
  7. Makanya aku skr udh jaraaaang banget ke restoran Ayce mba. Apalagi yg mahal. Krn makin kesini porsi makanku ga banyak lagi. Sementara kalo di ayce, sering ngeliat orang2 kalo ambil bisa segunung, trus kebuang. Untungnya udh banyak konsep ayce yg mencharge kalo ada sisa makanan. Biar org2 ngambilnya mikir juga.

    Di rumah sendiri aku wanti2 asistenku yg tugasnya masak, jgn berlebihan. Secukupnya aja. Malah kalo sampe ada sisa, aku jadiin menu besoknya :p. Biar ga Mubazir lah. Kalo utk kompos, aku belum bisa, secara ga ada halaman. Apalagi apartmen hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari kecil aku selalu diingetin ibuku, pas ke acara makan-makan jangan ambil kebanyakan, biar yg lain juga dapat. Ternyata juga mencegah makanan acara terbang ya

      Hapus
  8. di tempat trmsuk minim lahan jd ga bisa buat biopori. jdinha smapah dikumpulin di bak khusus sanpah makanan diambil petugas sampah dan diolah sm petugas hehe

    BalasHapus
  9. Thx infonya. Biasanya bulan Ramadan ini sampah makanan meningkat karena tidak bisa mengukur diri saat sahur dan buka puasa. Bahkan ada yang berpikiran lebih baik berlebih ketersediaan makanannya daripada kurang. Kalau saya sih itulah gunanya memelihara kucing. Sisa daging segera dikasihkan ke kucing. Sisa makanan lain juga ada yang disukai dan dikasihkan ke burung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena pas Ramadan harga pada naik jadi beli banyak ya..

      Toss, kadang aku kasih kucing juga, gemuk jadinya hehe

      Hapus
  10. Lapar mata ini yang susah ya, kalo aku menyiasatinya jangan keluar rumah dalam keadaan lapar, ha, ha. Pasti kalo liat jajanan bawaannya pengen beli. Apalagi kalo sore gini, pas bulan puasa. Wah, jajanan di mana-mana menggoda untuk dibeli. Sayang juga kalo beli akhirnya nggak kemakan.

    Mencatat apa saja yang mau dibeli juga jadi siasatku. Jadi kalo keluar untuk cari bahan makanan/beli lauk yang dibeli juga nggak banyak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo aku di sayuran, kang sayur ga tiap hari lewat, jadi niatnya stok. Seringnya banyak yg layuu.. masukin ke biopori jadinya hiks

      Hapus
  11. Memang kita gak boleh berlebihan dalam mengkonsumsi ya, efeknya ke lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yg ga nyangka ternyata sampah makanan bisa memperparah pemanasan global juga 😔

      Hapus
  12. Sebenarnya ada banyak cara agar kita menghasilkan sampah makanan seminim mungkin ya ... dalam tulisan ini malah memuatnya dengan lengkap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga informasinya bermanfaat ya mba

      Hapus
  13. lapar mata ini mba yang saya sendiri belum bisa kontrol, kalau belanja tuh mau beliin semuanya, pokoknya impulsnya masih tinggi deh, wajib dikontrol. Tapi saya biasanya belanjanya banyak sayuran dan buah sih, jadi minim plastik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos mba, aku di sayur yg masih beli kebanyakan.. mumpung tukang sayur lewat. Tim tas belanja bersatu!

      Hapus
  14. Banyak cara yang untuk membuat sampah makanan menjadi hal yang berguna contohnya dengan lubang biopori ini, kudu dipraktekkan nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, selain untuk sampah organik bisa menyuburkan tanah juga!

      Hapus
  15. Wah keren banget konsep dan pemikiran nya mom sangat mendetail saya jd paham ternyata dampaknya meluas bgt y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mom, kalau udah tahu begini semoga kita bisa mengubah kebiasaan lapar mata dan over produce ya

      Hapus
  16. Wah ngeri y limbah makanan seberat 600x monas.makasi tipsnya kak bikin kita gak mubasir thd mknan

    BalasHapus
  17. Yang miris penghasil sampah makanan tertinggi adalah negeri2 muslim. Padahal dalam Islam jelas sekali tentang ketidkbolehan mubadzir.

    Semoga dengan semakin gencarnya edukasi semacam ini, bisa semakin menyadarkan kita semua untuk tidak lagi memproduksi sampah makanan. Hindari penyebabnya dan tahu solusinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, kalau ingat provinsi atau negara yg masyarakatnya sulit mencari makan rasanya ironis banget..

      Aamiin, semoga banyak yg mengangkat isu ini ke masyarakat ya mba

      Hapus
  18. iya di dalam tulisan ini lengkap banget diulas tips mengolah sampah makanan di rumah. tujuannya tentu untuk membuat lingkungan tetap terjaga baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga bermanfaat informasinya ya mba😄

      Hapus
  19. Tipsnya untuk membuat pupuk organik dengan bahan kulit bawang menarik sekali Mbak. Saya baru tahu kalau ternyata kulit bawang bisa dimanfaatkan (dengan cara yang cukup simple) untuk dijadikan pupuk organik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba, aku juga tahunya pas pandemi ini. Bantu-bantu ibuku berkebun hehe.. dipraktikkan yuk!

      Hapus
  20. Memasak atau belanja berlebihan bahaya banget sih. Jadi bikin kita mubazir buang-buang makanan. Padahal banyak orang di luar sana kelaparan ya. Apalagi ramadhan kaya gini. Harus pinter-pinter mengelola makanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi bulan puasa begini bisa diakali dengan berbagi makanan untuk petugas keamanan di kawasan rumah hehe

      Hapus
  21. Baru tahu kalau kulit bawang juga bisa diolah jadi pupuk organik cair. Selama ini selalu berusaha nggak buang makanan, jadi anak-anak juga diajarin ambil makan secukupnya di manapun berada termasuk saat makan AYCE. Supaya nggak lapar mata dan akhirnya buang-buang makanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalaupun mau coba makanan di tempat all you can eat sedikit-sedikit aja ya biar nggak terbuang

      Hapus
  22. Indonesia paling banyak menghasilkan sampah makanan. Butuh kesadaran tinggi dari individu utk menghindari makanan menjadi sampah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelan-pelan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, insyaallah bisa , aamiin

      Hapus
  23. Masha Allah, telaten banget ya kak. Jadi tertampar karena masih belum sepeduli itu dengan sampah makanan. Terima kasih banyak ya kak informasinya, sangat insightful ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kak, semoga bermanfaat infonya. Aku masih latihan kok, yg telaten ibuku hihi

      Hapus
  24. Wah ternyata lubang biopori bisa diisi sampah organik dr sisa makanan ya? Selama ini taunya dr daun2 gtu
    Iya nih skrng sampah makanan tu kalau bisa dibikin zero, masak secukupnya , makan harus abis. Supaya gk ada yg terbuang sia2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sisa makanan kayak sayur atau kulit buah bisa kok mba

      Bismillah kita bisa mengubah kebiasaan menyisakan makanan ya mba

      Hapus
  25. thanks mba infonya, bener banget laper mata nih ya mba yang biasanya bikin nambah bahan makanan dan akhirnya mubazir, bulan ramadhan nih ya mbakin banyak bahan makanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba, iya nih.. apalagi suka ada diskon atau mau nyetok ya hehe.. harus direm nih

      Hapus
  26. Laper mata! Ini PR terbesar aku, kadang suka segala dibeli apalagi klo temen yang jualannya.. Hadeuh.. Semoga bisa makin mindful sebelum berbelanja bahan makanan.. Aamiin~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lapar mata ini aku juga mba, tapi lebih ke cemilan 🙁

      Aamiin mba, biar nggak buang-buang makanan dan uang yaa

      Hapus
  27. Merasa tersindir di headline Laper Mata.. Itu aku banget kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai yg ngetik, maap mas 🙏 saya juga masih belajar, lapar mata bahaya yak

      Hapus
  28. Aku juga harus belajar banyak nih mengolah sampah makanan di rumah, kadang suka merasa bersalah. Walaupun sesungguhnya sudah dihitung gak boleh banyak-banyak tapi pasti ada aja sisa sampah makanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Godaan diskon sama mager kadang bikin kita belanja berlebihan ya mba, semoga kita bisa mengolah sampah dari rumah untuk mencegah pemanasan global

      Hapus

Jangan pake link ya, terimakasih!